PADANG – Aksi teror mencekam mengguncang lingkungan MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (14/7/2026) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang siswa kelas XII IPS berinisial RGJ (17) nekat meledakkan bom rakitan di area sekolah. Aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh rasa sakit hati karena pelaku kerap menjadi korban perundungan oleh rekan sekolahnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pelaku langsung diringkus petugas keamanan sekolah saat hendak melarikan diri dan kini telah diserahkan ke Polresta Padang.

Kronologi Ledakan dan Penangkapan Pelaku

​Peristiwa bermula saat suara ledakan keras disertai asap tebal membubung dari area depan kelas XII Ruang 14. Petugas keamanan sekolah, Rizki Eka Saputra, yang mendengar ledakan tersebut langsung menuju sumber suara dan menemukan sebuah kotak hitam bekas terbakar di dalam laci meja.

​Di sekitar lokasi, petugas mencurigai seorang pemuda berpakaian preman yang menyandang tas ransel hitam. Saat diadang dan digeledah, pemuda yang ternyata adalah RGJ, siswa sekolah setempat, terbukti membawa sejumlah barang berbahaya termasuk senjata tajam dan bahan peledak lainnya.

​Berdasarkan kesaksian salah seorang siswa, Rahmad Arif (17), pelaku sempat menyalakan sumbu bom rakitan tersebut sebelum melarikan diri ke arah toilet.

​”Setelah ledakan terjadi, pelaku keluar dari WC sambil membawa busur panah dan sempat mengejar saksi, sebelum akhirnya bergerak ke ruang kelas untuk mencari targetnya,” tulis laporan kronologis kejadian.

Tiga Kali Percobaan dan Target Balas Dendam

​Dari hasil interogasi kepolisian, pelaku RGJ mengaku sengaja mengincar seorang temannya berinisial MW (16), yang diduga sering melakukan bullying terhadap dirinya.

RGJ melancarkan tiga kali aksi percobaan peledakan pada hari yang sama

Percobaan pertama dilakukan di dalam toilet sekolah, namun bom rakitan gagal berfungsi. Setelah itu percobaan kedua rangkaian bom diletakkan di dalam laci meja target (MW) di dalam kelas, namun gagal meledak karena bahan peledaknya tumpah, setelah itupercobaan ketiga rangkaian bom diletakkan di balik meja luar kelas dekat posisi target. Percobaan terakhir ini berhasil meledak dan memicu kepanikan massal.

​Belajar Otodidak Sejak 2025 dan Transaksi Online

Hal yang mencengangkan, pelaku mengaku telah memendam niat membuat bom sejak tahun 2025 setelah terinspirasi oleh pemberitaan kasus pengeboman Fadel Nazriel di Jakarta. RGJ mempelajari teknik merakit bom secara otodidak melalui Google, YouTube, forum internet, hingga bergabung dengan grup Telegram bermuatan konten kekerasan.

​Pelaku mulai merakit senjata dan bom tersebut sejak bulan Ramadan 2026 di belakang rumahnya. Seluruh bahan kimia berbahaya dibeli pelaku secara daring melalui platform e-commerce Shopee. Dari riwayat transaksi pelaku, ditemukan pembelian belerang bubuk murni, arang aktif, busi motor, hingga pupuk booster kelengkeng yang digunakan sebagai bahan baku peledak.

​Secara keseluruhan, pelaku mengaku telah berhasil merakit 9 jenis senjata peledak, meliputi 1 bom paku, 2 bom gas, 3 petasan, 2 bom pipa, dan 1 flashbang. Bom yang diledakkan di MAN 3 Padang dikonfirmasi merupakan bom rakitan sendiri dengan isian paku dan baut yang mematikan.

Penanganan Cepat Polda Sumbar dan Densus 88 AT

Merespons ancaman serius ini, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Tim Jibom Satbrimob Polda Sumbar bersama Densus 88 AT Polri dan Tim Identifikasi Polresta Padang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi penuh dan olah TKP guna mengantisipasi adanya ancaman susulan.

​Sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari tangan pelaku antara lain, 2 rangkaian diduga bom rakitan dan 1 kaleng berisi rangkaian bahan peledak, 1 botol diduga bom molotov dan 1 casing sisa ledakan, 1 bilah pisau, 2 ketapel, dan 20 butir kelereng sebagai amunisi serta atribut samaran (topi, masker tengkorak, sarung tangan) serta 1 unit handphone.

Kasus ini mendapat perhatian langsung dari petinggi kepolisian daerah. Pada pukul 14.00 WIB, Kapolda Sumatera Barat didampingi Wakapolda Sumbar dan Kapolresta Padang turun langsung meninjau TKP di MAN 3 Padang.

Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti non-peledak telah diamankan di Satreskrim Polresta Padang untuk penyidikan dan pendalaman lebih lanjut, sementara barang bukti peledak ditangani khusus oleh Tim Jibom Satbrimob Polda Sumbar. Pihak kepolisian juga masih mendalami keterangan saksi-saksi lain serta memeriksa rekaman CCTV sekolah.

Penulis: BSEditor: FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *