TANAH DATAR – Warga di kawasan Tanjung Mutiara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas (Mr. X) yang mengapung di perairan Danau Singkarak pada Selasa pagi (21/7/2026).

​Aksi tanggap cepat Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit hanya dalam hitungan jam setelah laporan diterima.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, membenarkan peristiwa penemuan jasad tersebut. Pihaknya menerima laporan pertama kali dari relawan setempat sekitar pukul 09.20 WIB.

​”Kami menerima informasi dari relawan terkait adanya warga yang melihat sesosok mayat mengapung di perairan Danau Singkarak, kawasan Tanjung Mutiara, sekitar pukul 09.09 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, kami langsung mengerahkan tim rescue dari Unit Siap Siga/Unit Pencarian dan Pertolongan Tanah Datar menuju lokasi kejadian,” ujar Abdul Malik, Selasa (21/7).

​Tim rescue yang beranggotakan personel terlatih bergerak cepat menuju lokasi kejadian.Tiba di lokasi sekitar pukul 10.11 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan unsur potensi SAR di lapangan dan menyisir titik perairan tempat korban berada.

​Proses evakuasi berjalan lancar berkat kolaborasi solid antar unsur dan dukungan cuaca yang bersahabat. Sekitar pukul 11.00 WIB, jasad Mr. X berhasil diangkat ke darat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

​”Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan aman dan tanpa kendala berarti. Sekitar pukul 11.00 WIB, jasad korban berhasil kita evakuasi dan langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Kota Padang Panjang untuk penanganan medis serta identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang,” terang Abdul Malik.

Dalam operasi SAR darurat ini, puluhan personel dari berbagai instansi dan elemen masyarakat bahu-membahu di lapangan. Unsur yang terlibat meliputi Unit Siap Siga (USS) Tanah Datar, TNI, Polri, BPBD Tanah Datar, Dinas Kesehatan Tanah Datar dan Padang Panjang, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta puluhan warga sekitar.

​Atas tuntasnya proses evakuasi tersebut, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 11.29 WIB.

​”Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat — TNI, Polri, BPBD, Dinkes, KSB, serta warga masyarakat yang telah bergerak dengan semangat ‘Quick Action’ dan kebersamaan. Karena korban sudah dievakuasi ke RSUD, operasi SAR diusulkan resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tutup Abdul Malik.

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban (Mr. X) serta penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan dan penanganan oleh pihak Kepolisian dan tim medis RSUD Padang Panjang.

Penulis: BSEditor: FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *