PADANG, metrosumbar – Aksi kekerasan dan perampasan yang melibatkan sesama pelajar terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Dua orang pelajar menjadi korban kekerasan dan perampasan sepeda motor oleh lima remaja yang juga berstatus pelajar di kawasan Lolong, Kecamatan Padang Barat.
Tak butuh waktu lama, atas atensi Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang berhasil meringkus dua orang remaja yang menjadi otak dalam aksi kejahatan tersebut.
Peristiwa ini terungkap saat salah satu korban mendatangi Posko Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang di daerah Tarandam, Kecamatan Padang Timur. Korban datang dalam kondisi luka-luka di bagian kaki, tangan, hingga wajah akibat terjatuh dari motor usai dilempari batu dan dikejar oleh para pelaku.
Kepada polisi, korban menceritakan bahwa sepeda motor miliknya dirampas secara paksa. Tidak hanya itu, satu rekan korban bahkan sempat disandera oleh kelompok pelaku di sekitar lokasi kejadian.
Disergap di Sekitar TKP
Mendapat laporan dari korban, Tim Klewang berpakaian preman langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian di kawasan Lolong untuk berburu para pelaku.
Setibanya di TKP, petugas menemukan rekan korban yang sempat disandera sudah berhasil diselamatkan oleh warga setempat di sebuah warung. Polisi kemudian menyisir pemukiman warga dan menciduk para pelaku satu per satu tanpa perlawanan.
“Dua orang pelaku utama berinisial S (18) dan P (17) berhasil kami amankan bersama barang bukti satu unit sepeda motor milik korban,” ujar Katim 2 Klewang Satreskrim Polresta Padang, Aiptu David Riko Dermawan.
Diancam Pasal Kekerasan Anak
Usai diamankan, kedua pelaku beserta barang bukti langsung diboyong ke Mapolresta Padang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Petugas juga masih melakukan pendalaman terhadap motif aksi pengeroyokan tersebut serta keterlibatan pelaku lainnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal terkait kekerasan dan perampasan terhadap anak di bawah umur.









