PERAK TENGAH — Semangat persaudaraan lintas negara kembali terpatri kuat. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Padang resmi menggelar kunjungan balasan ke Persekutuan Pengakap Malaysia Daerah Perak Tengah pada Sabtu (25/7/2026).

Kunjungan ini sekaligus merealisasikan Memorandum of Understanding (MoU) pertukaran budaya yang telah disepakati sejak 2024.

​Namun, agunan janji dan sukacita yang dirancang sejak dua tahun lalu itu harus dibalut suasana haru dan duka yang mendalam.

​Niat awal delegasi Kwarcab Padang untuk menjenguk sosok kunci di balik persahabatan ini Pesuruhjaya Pengakap Perak Tengah, Ustaz Zahari bin Omar tak pernah terwujud. Beliau yang telah berjuang melawan sakitnya selama enam bulan terakhir, dipanggil berpulang ke Rahmatullah pada 1 Juli 2026.

Misi diplomatik kepanduan itu pun seketika bertransformasi menjadi perjalanan takziah dan penghormatan terakhir.

Sebagai bentuk simpati dan penghormatan setinggi-tingginya, rombongan Kwarcab Padang melangkah langsung ke kediaman almarhum. Di sana, raut duka berubah menjadi kehangatan saat delegasi disambut oleh istri dan anak-anak Ustaz Zahari bin Omar. Doa bersama dipanjatkan secara khusyuk, melintasi sekat samudra demi kedamaian almarhum dan ketabahan keluarga.

​Dalam momen yang menyentuh hati tersebut, perwakilan Kwarcab Padang, Kak Andree, menyerahkan tali asih serta sebuah buku kenangan spesial bertajuk “Kiprah 09″.

Buku tersebut merangkum potret dan dokumentasi bersejarah saat almarhum dan delegasi Perak Tengah menapakkan kaki di Padang pada 2024 lalu fondasi awal dari seluruh kisah persaudaraan ini.

​”Kami hadir di sini tidak hanya untuk melanjutkan kerja sama kepanduan, tetapi karena kita adalah keluarga. Saya bersaksi bahwa almarhum Ustaz Zahari adalah orang yang sangat baik, berdedikasi tinggi, dan memiliki cinta yang luar biasa terhadap gerakan kepanduan,” ungkap Kak Andree dengan suara bergetar di hadapan keluarga almarhum.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan antara Pramuka Padang dan Pengakap Perak Tengah telah melampaui sekat-sekat birokrasi kelembagaan.

Ini bukan lagi sekadar kerja sama organisasi, melainkan ikatan kekeluargaan lintas negara yang tak lekang oleh waktu—sebuah warisan nilai luhur kepanduan yang akan terus dirawat dan dilanjutkan oleh generasi pandu berikutnya.

Penulis: FSEditor: FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *