PADANG — Puluhan pemilik kendaraan roda empat di Kota Padang, Sumatra Barat, mengeluhkan kerusakan mesin yang dialami kendaraan mereka secara mendadak.

Diduga kuat, gangguan mesin tersebut terjadi usai mereka mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Fenomena ini memicu keluhan meluas dari para pengendara. Mesin kendaraan dilaporkan mengalami gejala brebet, kehilangan tenaga secara drastis, hingga mogok total dan tidak dapat dihidupkan kembali.

Dari pantauan di lapangan pada Selasa (29/9/2026), salah satu bengkel kendaraan di kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang, tampak dipadati oleh belasan hingga puluhan unit mobil yang mengalami masalah serupa. Kondisi ini dikabarkan telah berlangsung selama empat hari terakhir.

Ditemukan Endapan Menyerupai Debu Semen

Berdasarkan hasil pemeriksaan mekanik dan pembongkaran tangki bahan bakar di bengkel, ditemukan endapan material halus berwarna abu-abu yang menyerupai debu semen di dasar tangki.

Material asing berukuran sangat halus tersebut menyumbat saluran bahan bakar dan filter, sehingga pasokan BBM tidak dapat mengalir secara optimal ke ruang pembakaran mesin.

Pemilik Bengkel di Lubuk Begalung, Hendra Febrian, membenarkan bahwa mayoritas mobil yang masuk ke tempatnya mengalami kendala pada sistem penyaluran bahan bakar akibat endapan asing tersebut.

Akibat kejadian ini, para pemilik kendaraan harus menanggung kerugian materiil yang tidak sedikit. Biaya perbaikan di tingkat bengkel dibanderol mulai dari Rp700.000 untuk penanganan ringan seperti pembersihan tangki dan kuras saluran, hingga mencapai Rp3.000.000 jika harus dilakukan penggantian komponen secara menyeluruh.

Salah seorang pemilik mobil, Endang Pribadi, mengaku kecewa dan merasa dirugikan karena kendaraan yang biasa digunakannya untuk beraktivitas harian mendadak tidak dapat berfungsi usai mengantre BBM jenis Pertalite.

Pertamina Buka Suara dan Lakukan Pengujian

Menanggapi keresahan warga dan potensi kontaminasi BBM di wilayah Padang, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) langsung mengambil langkah cepat.

Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Ashila Chayapatha, menyatakan bahwa saat ini tim internal sedang melalukan investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel BBM di SPBU terkait guna memastikan penyebab pasti timbulnya kontaminasi tersebut.

Pertamina juga mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk menyampaikan laporan resmi agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Penulis: BSEditor: FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *