BUKITTINGGI – Sumatera Barat bergerak cepat memperkuat benteng pertahanannya dari ancaman bencana. Setelah dinanti sejak BPBD Sumbar berdiri pada tahun 2010 silam, Tim Reaksi Cepat (TRC) tingkat Provinsi Sumatera Barat akhirnya bakal segera terbentuk.

Langkah bersejarah ini ditandai dengan digelarnya Pelatihan Dasar (Latsar) TRC Tahun 2026 yang resmi dibuka di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, Kota Bukittinggi, Kamis (2/7).

​Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menegaskan bahwa pembentukan TRC merupakan amanat langsung dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007. Keberadaan tim ini sangat krusial karena menjadi “mata dan telinga” pemerintah saat bencana melanda.

​”Untuk menetapkan status bencana di suatu daerah—apakah itu siaga darurat, tanggap darurat, atau transisi darurat ke pemulihan—semuanya wajib berdasarkan informasi, penilaian, dan data awal yang dipasok oleh TRC,” ujar Ilham di hadapan para peserta.

Mengusung tema “Satu Data, Satu Komando: Sinkronisasi Kaji Cepat OPD Sumbar Untuk Tanggap Darurat Yang Presisi”, para peserta yang hadir hari ini diproyeksikan menjadi cikal bakal pasukan elite penanggulangan bencana Sumbar.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Joko Siswoyo, menjelaskan bahwa latsar ini memobilisasi kekuatan dari berbagai lini. Sebanyak 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dilibatkan dengan total sekitar 40 peserta.

​Selama dua hari, para peserta digembleng untuk mematangkan kesiapsiagaan darurat. Joko yang juga menjabat sebagai Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar ini menyebutkan ada tiga poin utama yang dikejar dalam pelatihan ini seperti meningkatkan kesiapsiagaan, mengasah skill & kompetensi, serta membangun solidaritas.

Dengan terbentuknya TRC ini, sistem komando penanganan bencana di Sumatera Barat diharapkan menjadi jauh lebih presisi, cepat, dan terintegrasi.

Penulis: BSEditor: FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *