AGAM — Suasana dingin dan gulita di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mendadak mencekam pada Kamis malam (30/7). Seorang nenek berusia 102 tahun bernama Jarana dilaporkan hilang misterius setelah tak kunjung kembali dari ladangnya.

​Aksi tanggap cepat Tim SAR gabungan pun langsung dikerahkan dalam operasi pencarian yang berpacu dengan waktu.

​Kisah berawal saat Nenek Jarana pamit pergi ke ladang pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB. Kebiasaan sang nenek, ia selalu kembali ke rumah saat petang menjelang, sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, hingga malam merayap naik dan jam menunjukkan pukul 20.15 WIB, keberadaan Nenek Jarana masih tak berbekas. Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri, namun nihil hasil.

​Menerima laporan darurat dari Wali Nagari Kampung Tangah, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang bergerak kilat. Hanya dalam tempo lima menit sejak bergerak dari Unit Siaga SAR Agam, tim rescue tiba di lokasi untuk memulai penyisiran.

​Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa operasi SAR ini membutuhkan fokus ekstra karena dilakukan di tengah kegelapan malam dengan jarak pandang yang sangat terbatas.

​”Begitu menerima informasi, tim kami langsung bergerak cepat dengan semangat quick action. Mengingat usia survivor yang sudah sangat sepuh, faktor waktu menjadi sangat krusial,” ujar Abdul Malik.

​Pencarian di medan perladangan malam hari itu melibatkan gabungan kekuatan dari USS Agam, BPBD Agam, TNI, Polri, PMI, hingga belasan warga sekitar. Perlengkapan canggih seperti Drone Thermal turut diterbangkan untuk memindai suhu tubuh manusia di balik rimbunnya vegetasi ladang.

​Setelah menyisir area perladangan selama lebih dari tiga jam di tengah cuaca berawan, keajaiban akhirnya terjadi.

​Tepat pukul 00.15 WIB (Jumat dini hari), tim SAR gabungan berhasil menemukan Nenek Jarana. Ia ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal perkiraan hilang (LKP).

​Luar biasanya, di usianya yang telah menembus satu abad, Nenek Jarana ditemukan dalam keadaan selamat. Tim medis dengan sigap memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke Puskesmas Kampung Tangah untuk penanganan medis lanjutan.

​”Satu jiwa sangat berharga bagi kami. Kerja sama dan rasa kekeluargaan antar-unsur di lapangan baik TNI, Polri, BPBD, PMI, dan masyarakat menjadi kunci sukses ditemukannya survivor dalam kondisi selamat,” tutup Abdul Malik mengapresiasi kerja keras seluruh personel.

​Dengan ditemukannya Nenek Jarana dalam keadaan selamat dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, Operasi SAR di Lubuk Basung ini resmi diusulkan untuk ditutup pada Jumat (31/7).

Penulis: FSEditor: FS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *